Bingung Memilih Ban Bekas Layak Pakai? Begini Tips Memilih Ban Bekas Yang Masih Layak Pakai.

RacingKing – Ban merupakan salah satu bagian terpenting pada sepeda motor. Bayangkan sepeda motor tanpa adanya ban. Tentu tidak akan berfungsi dengan baik bukan? Seiring dengan lamanya pemakaian sepeda motor, tentu saja ban juga akan semakin tipis dan berkurang kinerjanya. Untuk mengganti ban baru, butuh dana yang tidak sedikit. Itulah alasannya mengapa ban bekas dapat menjadi salah satu pilihan alternatif. Jangan bingung, beginilah tips memilih ban bekas yang akan kami sajikan.

Asal bisa memilih, ban bekas yang masih layak pakai tentu dapat menjadi sebuah alternatif pilihan. Dan tidak akan membuat masalah menjadi makin besar. Agar ban sepeda motor awet baca juga tips merawat ban motor.

Saya sendiri memiliki pengalaman dalam memilih ban motor bekas layak pakai. Biasanya pengguna motor membeli ban bekas karena faktor keuangan. Ada juga yang disebabkan karena kondisi yang memang sudah tidak memungkinkan dan karena sudah tidak ada ban baru. Misalnya terjadi pecah ban pada waktu malam hari dan sudah tidak ada toko atau bengkel yang jualan ban baru.

Memang bila ingin membeli ban baru, pasti harganya mahal. Apalagi untuk ban motor gede. Belum lagi bagi pecinta motor gede dengan segala jenis aksesorisnya. Ban harus dimodifikasi hingga gahar agar terlihat lebih keren. Tentu masih banyak lagi aksesoris yang harus ditambahkan pada ban. Sebut saja pada bagian kaki-kaki motor di ban.

Membeli ban motor bekas sebenarnya tidak masalah, asal kualitasnya masih bagus. Sebut saja merek ban Pireli, Avon, Michelin, Metzeler, Battlax, hingga Dunlop. Biasanya jenis ban bekas motor ini masih menjadi pilihan pecinta motor di pasaran.

Menggunakan ban motor bekas sebenarnya kurang aman, dan tidak dapat menjamin keselamatan pengendara motor saat berkendara. Itulah alasannya mengapa ban bekas harus sangat diperhatikan kualitasnya. Terkadang ban tampak baru dari luar, namun buruk di bagian dalamnya. Jadi, kamu harus mengecek ban bekas yang hendak dibeli sebaik dan seteliti mungkin.

Fungsi Ban Pada Sepeda Motor

Sebenarnya apa saja sih fungsi ban sepeda motor itu? Mengapa bagian ini sangat penting sekali? Sebab ban memiliki fungsi untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan sekaligus keselamatan pengendara saat mengemudi. Ada banyak jenis ban yang populer di Indonesia. Untuk harganya pun ada bermacam-macam, mulai dari yang murah hingga harga yang jutaan.

Berikut ini beberapa fungsi ban sepeda motor agar lebih dipahami.

  1. Penahan Beban
    Salah satu fungsi ban adalah penahan beban. Hal ini berkaitan dengan beban kendaraan bermotor dengan komponen yang sangat banyak. Sebagai penahan beban, ban motor ini harus diperhatikan tekanan angin di dalamnya. Bila tekanan angin kurang, ban tak dapat melakukan kinerja dengan baik alias kempes. Pastikan tekanan angin di dalam ban sesuai dengan ban motor yang kamu pilih. Dengan demikian, ban motor akan beroperasi dengan baik.
  2. Peredam
    Guncangan yang terjadi pada jalanan biasanya diredam oleh suspensi, namun sebelumnya diredam dulu oleh ban sebelum diteruskan pada suspense. Tekanan angin turut serta berpengaruh. Oleh sebab itu, wajib menyesuaikan standar tekanan. Ban yang dapat meredam sekaligus menahan guncangan salah satunya ban bertipe radial. Jadi, perhatikan tipe ban motor saat hendak mengemudi sepeda motor.
  3. Penerus Tenaga Dari Mesin
    Ban juga bisa dijadikan sebagai penerus tenaga mesin. Itu sebabnya hal ini berkaitan dengan kinerja sekaligus daya saat mengerem. Oleh sebab itu, kualitas ban harus mampu mendukung kinerja motor supaya lebih tangguh dengan daya cengkram ban motor pada aspal.
  4. Menentukan Kontrol Kemudi
    Fungsi ban lainnya adalah menentukan control kemudi. Hal ini berkaitan dengan kemampuan motor sekaligus memastikan kestabilan saat berkendara. Ketika ban tak lagi baru alias aus, maka kamu wajib mengganti agar kinerja ban motor harus segera diganti. Bila ban lama tetap dipertahankan, hal ini bisa membuat ban tergelincir pada jalanan licin, basah, dan berbatu.
Tips Memilih Ban Bekas
Tips Memilih Ban Bekas

Tips Memilih Ban Motor Bekas

Setiap orang khususnya pengguna sepeda motor, pasti memiliki pertimbangan saat membeli ban, apalagi ban bekas. Pastikan kualitasnya terjamin dengan harga yang cukup terjangkau. Konsumen harus pintar dan cermat dalam memilih, agar ban yang diperoleh sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Sebelum membeli ban bekas, ada beberapa tips memilih ban motor bekas yang patut diketahui. Apa saja? Silakan simak poin-poin di bawah ini.

• Tampilan Fisik
Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah tampilan fisik ban. Alur dan serat komponen tidak boleh rusak. Jika ada rusak walaupun kecil, kinerja ban tidak akan stabil bahkan bila kamu melakukan pengisian angin berkali-kali. Perhatikan pula struktur ban bekas. Biasanya struktur utama ban terbuat dari serat kawat yang disebut belt.

Fungsinya adalah membuat ban berbentuk bulat agar bergulir dengan baik. Membeli ban bekas yang telah rusak strukturnya sangat tidak dianjurkan. Ban bekas tidak sempurna contohnya adalah terdapat beberapa bagian bergelombang pada sisinya. Untuk mengecek, tidak bisa kamu lakukan secara langsung. Ban harus dipasang lalu diputar terlebih dahulu. Saat ini, kamu akan mengetahui ban bekas masih bagus atau tidak. Jadi, sangan sampai kecolongan dalam melihat tampilan fisik ban bekas.

• Tidak Memilih Ban Vulkanisir Atau Rekondisi

Ban vulkanisir atau rekondisi merupakan ban gundul yang kemudian diperbaiki alurnya hingga terlihat seperti ban baru. Membeli ban jenis ini memang hemat di kantong karena sangat murah dibanding ban lainnya. Padahal ada banyak kelemahan ban jenis ini, salah satunya mudah meletus. Mengapa demikian? Sebab ban jenis ini telah ditambahi karet pelapis dengan proses pemanasan yang tidak akan bisa menyatu seperti ban yang baru keluar dari pabrik.

Ban ini juga tidak akan tahan panas, dan lapisan ban lebih mudah lepas. Ban vulkanisir asli sebenarnya bisa dilihat secara langsung. Pada bagian samping, kembang ban vulkanisir tidak akan menyatu. Terdapat pula garis tipis serupa karet tempelan yang telah disatukan. Untuk harga memang lebih murah dibandingkan dengan ban asli walaupun bekas.

Manager Technical Service PT Gajah Tunggal Tbk, Dwi Triono, menyebutkan bahwa untuk membedakan ban hasil vulkanisir bisa dilakukan cara berikut.

  • Ban Indikator TWI (Tread Wear Indicator) ditandai kode logo segitiga pada pinggir yang dekat dengan tapak ban. Terdapat enam logo segitiga yang mengarah pada tonjolan antara alur ban. Saat tonjolan telah sejajar dengan alur ban, biasanya ban sudah aus alias tak baik lagi untuk digunakan.
  • Ban vulkanisir biasanya dibuat hasil baru dengan cara diukur agar tonjolan TWI yang terdapat pada kembangan ban menjadi hilang. Sehingga saat membeli ban bekas, bagian ini wajib diperhatikan. Bila tidak ditemukan, sudah pasti ban direkondisi.
  • Pastikan Umur Ban

Umur ban wajib diperhatikan sebagai tips memilih ban motor bekas. Dengan mengetahui umur ban, juga bisa melihat kode pada dinding ban. Untuk apa kode ini? Untuk mengetahui umur sekaligus tahun produksi ban, sekaligus berbagai informasi ban tersebut. Karena ban juga memiliki masa kadaluarsa, maka hal ini sangat penting sekali untuk diperhatikan. Biasanya batas kadaluarsa ban tiga tahun sejak diproduksi atau telah menempuh jarak kurang lebih 60.000 km.

Nah itulah beberapa tips memilih ban bekas yang bisa dijadikan referensi. Jangan sampai salah pilih ban motor bekas, sebab hal ini berpengaruh pada keselamatan kamu saat berkendara. Bila kamu belum bisa memastikan ban motor bekas layak pakai, minta tolonglah pada orang terdekat yang paham akan hal ini.