Apakah Motor Dilan Sepopuler Filmnya?

RacingKing – Bagi remaja penggemar film, nama Dilan tentu sudah tak asing lagi, bahkan bisa jadi sebagian remaja kita sangat menggandrungi film remaja satu ini. Kisah seorang remaja yang masih SMA dengan mengendarai sepeda motor “jadul” yang dikenal dengan sebutan motor Dilan.

Tema dunia sekolah semasa SMA seakan lebih mampu untuk menarik perhatian remaja saat ini. Apalagi dihiasi dengan bumbu percintaan remaja SMA, semakin membuat film ini mendapatkan tempat dihati banyak remaja pecinta film dalam negeri.

Tak hanya latar belakang percintaan anak SMA saja yang menarik perhatian. Keberadaan pemeran utamanya juga banyak menyedot antusias terutama kalangan remaja putri. Sosok dilan yang dianggap cool semakin membuat remaja putri kita seakan klepek-klepek dengan keberadaan anak laki-laki ini.

Di dalam film Dilan ini, Dilan digambarkan memiliki satu motor yang selalu menemani Dilan ke manapun ia pergi. Mulai dari pergi sekolah, sampai pergi untuk kencan atau mendekati tambatan hatinya, siapa lagi kalau bukan Milea.

Motor Dilan

Motor CB 100 cc

Kamu tentu tahu kan kalau motor Dilan yang dikendarai di film Dilan ini adalah jenis motor Honda CB 100 cc. Honda CB ini merupakan motor sport dengan mesin 4 tak yang diluncurkan untuk pertama kalinya oleh Honda pada tahun 1971. Rilisan Honda CB ini memiliki 3 tipe, yaitu tipe dengan mesin yang berkapasitas 100 cc, 175 cc dan 200 cc. Untuk motor Dilan ini memakai Honda CB yang 100 cc. Dari ketiga jenis ini, CB 100 lah yang dirasa lebih unggul dibanding dua jenis yang lainnya karena harganya jauh lebih murah serta hanya membutuhkan perawatan yang lebih sederhana.

Yang paling dikenal dari motor jenis ini adalah kemampuannya untuk bisa dimodifikasi sesuai dengan keinginan dari pemiliknya. Walaupun memiliki penampilan yang terkesan klasik, motor Dilan ini telah menorehkan prestasi kemampuan dalam menorehkan top speed yang cukup mencengangkan.

Saat ini, spare part original dari CB 100 memang agak sulit untuk didapatkan. Namun, kamu ga perlu khawatir karena spart part ini bisa digantikan dengan replikasi atau bekasnya saja. Kamu tetap bisa mendapatkan spare part ini di toko barang bekas atau pun juga bisa lewat toko online.

Selain itu, CB 100 cc ini juga hanya membutuhkan perawatan yang sederhana saja. Bahkan, bisa dikatakan mudah dalam melakukan perawatan. Nilai lebih lainnya dari Honda CB 100 cc ini adalah dalam hal harga jual yang masih dirasakan tinggi.

Motor Koleksi

Dengan boomingnya Film Dilan ini, motor Honda CB 100 cc ini semakin digemari atau semakin banyak orang yang awalnya tak mengenal jenis motor jadul ini, akhirnya mereka pun tertarik untuk memilikinya. Motor ini pun menjadi buruan untuk dijadikan sebagai koleksi.

Selain karena kemudahan untuk modifikasi, ketangguhan mesin memang menjadi daya pikat yang luar biasa. Ditambah dengan naik daunnya film Dilan, semakin menambah kepopuleran dari motor jadul keluaran Honda yang satu ini.

Muncul pula sejumlah kolektor motor klasik yang memiliki keinginan untuk memiliki satu buah motor jadul ini. Kelebihan lainnya adalah dari sisi desainnya yang terkesan sederhana namun minimalis. Desain stangnya dibuat tidak memperlihatkan kabel, gasnya juga memakai selongsong, shock depannya tertutup, serta keadaan mesin yang lebih nyaman.

Bodi motor juga hampir keseluruhan dari besi. Hanya untuk speedometer, terdapat satu buah saja, tidak ada indikator bensinnya jadi speedometer ini hanya untuk melihat km yang sudah ditempuh. Inilah beberapa fitur menarik dari CB 100 cc yang membuat kolektor motor klasik seakan semakin berburu untuk mendapatkannya.

Motor Tandingan Untuk Tunggangannya Dilan

kawasaki w175, motor jadul

Selain mengangkat motor Honda CB 100 cc, keberadaan film Dilan juga ikut menaikkan pamor dari motor klasik lainnya. Sebut saja motor Kawasaki W175. Bahkan dapat dikatakan bahwa motor besutan dari pabrikan Kawasaki ini juga masuk dalam kategori motor jadul atau motor klasik yang menjadi buruan para kolektor motor klasik.

Motor Kawasaki W175 sudah mampu menampakan aura keklasikannya dari penampakan motornya. Sebut saja dari bentuk tangkinya yang dibuat tanpa sudut, lampu depan yang keduanya mengingatkan kita semua dengan motor yang ada di era 70-an, jok motor, speedometer, bannya dan juga knalpot. Bahkan keberadaan velgnya pun juga tak jauh dari kata klasik. Spion dan panel juga dibuat dengan instrumen yang bulat. Semua bagian motornya merepresentasikan motor jadul yang tetap eksis.

Kawasaki W175 ini termasuk dalam motor baru yang dikonsep dengan gaya jadul. Diluncurkan pada tahun 2017 dengan harga mencapai tiga puluh juta. Kawasaki W175 yang dipasarkan ada dalam dua varian, yaitu Standard dan Special Edition. Kedua jenis ini hanya memiliki perbedaan pada bagian tampilan saja.

Kawasaki sudah berhasil menjual motor jenis ini sampai ribuan unit di satu tahun pertama setelah peluncurannya. Angka ini bisa dianggap sebagai angka yang cukup baik terlebih melihat segmen kosumen yang cenderung lebih terbatas. Desain Kawasaki W175 kental dengan jenis Kawasaki W yang lain, seperti Kawasaki W250 dan juga Kawasaki W800. Keberadaan motor ini terasa lebih stabil dan ringan saat digunakan berkendara.

Mesin yang digunakan adalah mesin lama dari Kawasaki Eliminator. Hanya saja, sudah dilakukan beberapa revisi untuk memberikan tingkat kenyamanan lebih bagi si pengendara. Mesin yang digunakan adalah 177 cc SOHC satu silinder. Memang diakui performanya akan terasa di bawah dari motor lain dengan kapasitas mesin yang hampir sama.

Satu lagi fitur Kawasaki W175 yang dapat diadu dengan motor klasik lainnya adalah speedometer analognya. Walaupun memang untuk speedometer ini bisa dianggap tidak secanggih motor zaman sekarang yang sudah dilengkapi dengan full digital speedometer. Bentuk speedometernya bulat serta pada bagian samping kanannya terdapat sejumlah lampu indikator. Keberadaan speedomer ini memang semakin menambah kesan klasik dan jadul dari motor ini.

Hanya saja, speedometer Kawasaki W175 ini tidak dilengkapi dengan indikasi bensin. Hal ini bisa saja akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengendaranya karena akan kesulitan untuk menentukan kapan waktunya untuk mengisi kembali bahan bakar.

Inilah Kawasaki W175 yang turut naik pamor sebagai satu jenis motor klasik atau jadul sebagai imbas dari boomingnya film Dilan. Kawasaki W175 ini dianggap sebagai saingan dari motor Dilan yang tak lain adalah motor Honda CB 100 cc.

Di era sekarang ini dengan semakin banyaknya jenis motor yang diluncurkan oleh berbagai produsen kenamaan sepeda motor, sebagian dari kita malah lebih tertarik dengan motor yang memiliki desain dan konsep jadul atau klasik.

Ini adalah hal yang lumrah saja. Kamu dan kita semua seakan ingin beda dengan yang lainnya. Saat yang lain bangga dengan mengendarai motor keluaran terbaru yang semakin menampakan kecanggihan teknologi dan sempurnanya desain motornya, ada sebagian manusia yang lain yang justru lebih bangga dengan mengendarai motor jadul nan klasik.

Inilah yang menyebabkan perburuan terhadap motor klasik ini pun kian meningkat saat ini. Sehingga harganyapun ikut melambung karena banyaknya peminat. Dua jenis motor di ataslah yang menempati urutan teratas dari jenis motor klasik yang paling banyak dicari.